Semua terjadi begitu
saja, tidak ada yang diketahui satu sama lain. Pertemuan antara Soo Ra dan Yong
Jin. Cinta Soo Ra yang awalnya hanya kepada seorang fans kepada artis yang
diidolakan, kini berubah. Dong Hoon, manajer Yong Jin yang sangat tidak suka
dengan Soo Ra, mencari celah agar Yong Jin tidak mencintai Soo Ra.
Sementara Shin Min,
teman yang di kenal Yong Jin sedari kecil, sangat mencintai Yong Jin, meskipun
ia sudah ditolak cintanya oleh Yong Jin. Saat Shin Min seusia SMA, ia dikirim
oleh kakaknya ke sebuah sekolahan di Jepang, disana Shin Min mulai
mengembangkan cita-citanya menjadi seorang model, hingga ia bertemu dengan
seorang yang berperawakan tinggi yang bekerja sebagai salah satu seorang
fotografer handal. Shin Min tak pernah menyangka ia bisa akrab dengan
fotografer yang biasa disapa Kiemon itu, ia menganggap hanya kebetulan belaka.
“mengapa-” ucapan
Dong Hoon berhenti seketika saat melihat apartemen Yong Jin tengah malam
seperti ini tidak ada orang.
“aku harus kembali
ke restoran,” ucap Soo Ra melepaskan dekapan Yong Jin. “apa kau mau melayani
hantu jam segini kembali lagi kesana,” balas Yong Jin. “ne, sudahlah, apa kau
tidak merasa capek juga, sebaiknya kau pulang dan istirahat,” ucap Soo Ra
melangkahkan kakinya pergi. “ani, kaja kuantar,” jawab Yong Jin.
“hya! Dong Hoon-ssi,
kenapa kau sudah kembali korea? Bukankah masih lusa?” tanya Shin Min yang
sempat mengagetkan Dong Hoon.
Dong Hoon yang masih
merasa sedikit kesal, menjawab pertanyaan Shin Min dengan nada tinggi dan
membuat Shin Min terhenyak melangkah kebelakang. “mengapa kau selalu
marah-marah?” tanya Shin Min. “ah, Dong Hoon-ssi, kemana Yong Jin oppa?”
lanjutnya. “mollayo! Pergi saja kau sana! Atau kau mau ku makan mentah-mentah”
bentak Dong Hoon. Mendengar ancaman Dong Hoon, Shin Min tersenyum ketakutan dan
pergi.
Ketika akan berjalan
keluar, Shin Min bertemu dengan Yong Jin dan juga Soo Ra. “oh, oppa..” ucap
Shin Min. “lepaskan,” bisik Soo Ra. Namun, Yong Jin enggan melepaskan genggaman
tangannya, ia malah mempererat gengganmannya. “oppa, mengapa Dong Hoon-ssi
begitu menakutkan setelah dari amerika?” tanya Shin Min. “dia sudah kembali?”
taya Yong Jin. Shin Min mengangguk.
Bertemu dengan Dong
Hoon membuat Soo Ra terkejut, ia sadar bahwa Dong Hoon sangat tidak menyukai
dirinya. Namun, Yong Jin sudah mempunyai cara untuk meredam amarah Dong Hoon,
ketika Yong Jin mengatakan ia berpacaran dengan Soo Ra, Dong Hoon terkejut dan
membelalakkan matanya. Sementara Soo Ra lebih terkejut bahwa ia akan dinikahi
oleh Yong Jin, dan Dong Hoon hampir mati di tempat mendengar Yong Jin berkaa
seperti itu.
“oppa? Apa kau
benar-benar akan menikahi pelayan restoran ini?” cletuk Shin Min seketika.
Mendengar itu, Soo Ra merasa dirinya harus menolak lamaran Yong Jin yang sangat
tiba-tiba. “dia tidak akan menjadi pelayan restoran lagi, namun dia akan
menjadi manajer pribadiku, menggantikan dia, aku sudah tidak tahan,” cletuk
Yong Jin. “hah.. baiklah, aku akan pergi, aku akan mencari artis lain,
lama-lama disini aku bisa gila,” keluh Dong Hoon.
Semuanya tertawa
mendengar ucapan Dong Hoon yang biasanya keukeuh dengan ucapannya, kini
menyerah. “kalau kau menjadi istrinya, apa aku harus memanggilmu eonni?” tanya
Shin Min. “a-”. “ne, aku kan oppamu,” ucap Yong Jin memotong ucapan Soo Ra.
“ah, arasseo arasseo..” balas Shin Min.
1 minggu kemudian
Kabar bahwa Yong Jin
akan menikah dengan Soo Ra, seorang pelayan restoran membuat semua orang
terkejut, tak terkecuali Song In. Malam ketika Soo Ra akan pulang, ada Song In
yang ingin meperjelas berita tersebut. “mwoya? mengapa berita itu
terus-terusan, apa memang benar?” tanya Song In ketika keluar dari restoran.
“ne, apa kau tidak percaya?” sahut Yong Jin yang mendengar pertanyaan Song In. Song In benar-benar
terkejut ketika yang menjawab pertanyaannya adalah Yong Jin. “kaja pulang, kita
pulang dulu ne, annyeong..” pamit Yong Jin. “oh.. m-m-mwoya?” ucap Song In yang
masih tidak percaya dengan yang terjadi, ia terus memandang mobil Yong Jin yang
semakin jauh dan menghilang.
END.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar