Jumat, 26 April 2013

Part 8



Semua hal yang terjadi dengan dirinya, sangatlah aneh, Soo Ra merasa ini hanyalah mimpi, bagaimana bisa dirinya muncul bersama Yong Jin.

“kaja,” ajak Lee Sang. Soo Ra mengangguk. 
“malam ini sungguh indah,” ucap Lee Sang. 
“ne, semua itu karena bintang yang tersenyum gembira,” balas Soo Ra. 
“tapi aku belum pernah melihat bintang tersenyum,” cletuk Lee Sang. 
“apa kau ingin tahu?” tanya Soo Ra. 
“anieyo,” jawab Lee Sang. 
“aishh..” ucap Soo Ra.

“apa kau perlu tidur lebih awal untuk acara besok?” tanya Dong Hoon. 
“ani, kalau kau mau tidur, silahkan saja, tapi jangan disini,” jawab Yong Jin. 
“hah.. arasseo..” balas Dong Hoon. 
Beberapa jam Yong Jin dan managernya menonton acara reality show yang cukup membuat mereka tertawa.

“ahh.. mengapa hari ini tulang di badanku terasa ingin patah..” cletuk Song In di tempat kerjanya.
“kalau begitu, atasi saja dengan lem,” sahut Soo Ra yang baru datang. 
“kau kira tulangku ini apa ha? Kertas..” keluh Song In. 
“mungkin saja,” balas Soo Ra. 
“aishh kau ini..” ucap Song In. 
“ahh.. aku ke depan dulu..” pamit Soo Ra. 
Ketika Soo Ra pergi, tanpa sepengetahuan Soo Ra, handphonenya ketinggalan di kursi yang di duduki, dan tak lama handphone itu berbunyi. Song In yang melihat itu, dia segera memberikan kepada Soo Ra, namun langkahnya tiba-tiba terhenti melihat nama yang muncul di handphone Soo Ra. 
“Kim Yong Jin?” bisik Song In terkejut.

Melihat Dong Hoon dan beberapa orang di depannya, Yong Jin sedikit ada keraguan untuk mengatakan yang sebenarnya tidak benar. 
“silahkan kau katakan..” ucap managernya. 
Yong Jin mengangguk dan menghela nafasnya. 

Sementara di tempat kerja Soo Ra pegawai yang mengetahui bahwa Yong Jin akan mengumumkan kebenaran yang sebenarnya tidak benar itu berbondong-bondong menonton televisi yang disediakan di restoran tersebut. Tak lama Soo Ra menghampiri.
“kalian menonton apa?” tanyanya. 
“lihat saja” ucap salah satu rekan kerjanya. 

Lee Sang yang sedang bekerja pun ikut menonton berita tentang Kim Yong Jin. 
“tumben sekali kau tertarik menonton berita seperti ini?” tanya salah satu teman di tempat kerjanya. 
“hanya ingin tahu saja apa yang diberitakan, sudah aku mau sarapan dulu,” jawab Lee Sang yang langsung meninggalkan tempatnya berdiri. 

“sebenarnya waktu itu aku berjalan dengan salah satu temanku, dia ingin mampir ke tanah kelahirannya saja, jadi dia ingin kutemani,” jelas Yong Jin. 
“berarti dia bukan orang terdekat anda?” tanya salah satu wartawan. 
“anieyo,” jawab Yong Jin singkat. 

“ohh begitu, baguslah..” cletuk Soo Ra tiba-tiba. 
“apanya yang bagus?” tanya Song In. 
“bukan apa-apa, aku pergi dulu,” pamit Soo Ra. 
Sementara Soo Ra pergi meninggalkan berita tersebut, beberapa teman kerja lainnya masih asyik melanjutkan menonton berita tersebut.
 
Beberapa menit kemudian acara pers confers selesai, Dong Hoon merasa lega dengan terselesaikannya gosip mengenai artisnya. 
“langsung pulang saja,” ucap Yong Jin. 
“apa kau tidak lapar?” tanya Dong Hoon. 
“di apartemen sudah ada makanan” jawab Yong Jin. 
“arasseo,” balas Dong Hoon. 
“kenapa aku merasa tidak enak seperti ini? Hahh..” bisik Yong Jin dalam hati.

“kalau itu teman lamanya, mengapa baru sekarang diungkap?” cletuk Song In ketika membereskan barang-barangnya. 
“mungkin dia mencari waktu yang tepat,” ucap Soo Ra. 
“ah.. bisa jadi, tapi..” balas Song In. 
“wae?” tanya Soo Ra singkat. 
“tapi aku merasa tidak yakin dengan pengakuannya tadi,” jawab Song In. 
“wae?!!!” teriak Soo Ra mengagetkan Song In. 
“hya! hya! kenapa kau berteriak sekeras itu?” bentak Song In. 
“apa memang itu hanya kebohongan semata?” lanjut Song In. 
“ah.. sudah malam aku pulang dulu, ini kuncinya,” pamit Soo Ra. “jamkaman,” panggil Song In. Ketika itu juga handphone Soo Ra ada pesan masuk. Ia segera membuka pesan tersebut. “wae?” tanya Soo Ra. “aku mampir sebentar ke rumahmu,” jawab Song In. “besok saja, kau bisa datang pagi-pagi, aku pulang dulu” pamit Soo Ra dan pergi meninggalkan Song In.
Di tengah jalan, handphone Soo Ra berbunyi. “Yong Jin-ssi” cletuk Soo Ra melihat nama yang muncul di handphonenya. “kenapa tidak diangkat-angkat?” ucap Yong Jin. Tak lama telepon tersebut dimatikan oleh Yong Jin. Namun, ketika Soo Ra sudah sampai di tempat dimana Lee Sang menunggunya, Yong Jin kembali telepon. Soo Ra bingung, apa harus mengangankatnya. “kenapa kau tidak mengangangkatnya? Angkat saja, aku bisa menunggu,” ucap Lee Sang. “anieyo, kau mau apa menyuruhku kesini?” tanya Soo Ra. “aku mengajakmu melihat pesta kembang api,” jawab Lee Sang. “ah.. ne..” ucap Soo Ra gembira. Di tengah-tengah pesta kembang api, Yong Jin kembali menelpon Soo Ra, Soo Ra tidak sadar kalau handphonenya berbunyi. Baru ketika pulang dari menonton pesta kembang api, dan sampai di rumah, ia melihat handphonenya terdapat beberapa panggilan masuk dari Yong Jin dan satu pesan yang berisikan ia harus ke apartemen Yong Jin segera. “wae?” tanya Soo Ra dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar