Jumat, 26 April 2013

Part 6



Melihat Soo Ra pergi, Yong Jin kembali masuk, dan ketika memencet tombol lift, ia di panggil oleh Dong Hoon. 
“mwoya?” jawab Yong Jin. 
Ketika itu juga pintu lift terbuka. “kaja,” Dong Hoon mempersilahkan.
Yong Jin lantas masuk. “kau mau bicara apa tadi?” tanya Yong Jin penasaran. 
“anieyo..” jawab Dong Hoon singkat.

Ketika Soo Ra akan berangkat kerja, ia melihat pemilik kos berjalan dengan seseorang.
“malas sekali aku melihat muka itu, jika ingat kejadian waktu itu,” gumam Soo Ra.
“annyeong haseyo..” sapa Soo Ra lalu melanjutkan jalannya. 
“jamkaman, hya Park Soo Ra, jamkaman..” panggil pemilik kos. 
“wae? Aku sudah kesiangan..” balas Soo Ra. 
“ahh santai lahh sebentar, oh ya, dia tetangga barumu, kau jangan berteriak-teriak lagi, dia datang dari luar negeri..” ucap pemilik kos. 
“annyeong haseyo, joheun Kim Lee Sang Imnida” ucap Lee Sang. 
Soo Ra hanya mengangguk mengerti. 
“baiklah.. aku mau berangkat dulu.. annyeong..” pamit Soo Ra. 
“dasar yeoja ini,” cletuk pemilik kos. 
“baiklah, sudah mengantar saya sampai disini, kamsahamnida..” ucap Lee Sang.

“hhuahh.. sangat melelahkan, bagaimana kalau kita makan,” ajak Yong Jin. 
“arasseo,” jawab Dong Hoon singkat. 
“kau tahu restoran tempat kerja wanita semalam?” tanya Yong Jin. 
“apa kau sudah terpikat dengan sikap anehnya itu?” tanya Dong Hoon kembali. 
“sampai-sampai kau ingin bertemu dengannya lagi,” lanjut Dong Hoon. 
“aneh? Kau sudah kenal dia sebelumnya?” tanya Yong Jin penasaran. 
“ani, ahh ini restorannya, kaja turun..” balas Dong Hoon. 
Yong Jin memandang Dong Hoon heran. “bukannya kau yang aneh?” gumam Yong Jin dalam hati.

Terdengar bunyi handphone di kamar Lee Sang. Ketika telepon itu akan di angkat, tiba-tiba telepon tersebut mati. 
“apa-apaan ini, mengganggu saja..” gumamnya. 

“Song In ada pelanggan datang, kau layani dia ya, aku sudah tidak tahan” ucap Soo Ra.
“ta-ta-tapi.. hya! Park Soo Ra..” panggil Song In. 
“aigoo.. kenapa perutku begitu sakit setelah makan makanan tadi..” keluh Soo Ra ketika keluar dari WC. 
“apa Soo Ra sudah kembali?” tanya Song In kepada salah seorang pegawai setelah mengantarkan makanan untuk Yong Jin. 
“molla,” jawab pegawai tersebut.
Song In pun menghampiri Soo Ra ke kamar mandi dan sesampainya disana Song In melihat Soo Ra memegangi perutnya. 
“Soo Ra, neol gwenchanayo?” tanya Song In khawatir. 
“aku tidak tahu,, perutku tiba-tiba saja terasa sakit setelah makan makanan yang kau beri tadi..” jelas Soo Ra. 
“maksudmu kau menuduhku memberi racun di dalam makanan itu?” ucap Song In.
“a-a-anieyo.. kaja kembali bekerja..” balas Soo Ra. 
“ah.. Soo Ra-aa.. apa kau tahu tadi yang aku melayani siapa?” ucap Song In. 
“nuguya? Laki-laki tampan yang kau sukai waktu itu?” tanya Soo Ra kembali dengan nada tak peduli. 
“anieyo, tapi pangeran impianmu.. Kim Yong Jin.. ternyata kau benar, dia memang tampan..” jawab Song In sambil memuji wajah tampan Yong Jin. 
“jeongmal?! a-aduh..” tanya Soo Ra dan kembali memegang perutnya. 
Song In mengangguk manis. 
“hya! Song In-ssi! Apa kau tertarik dengannya?” tanya Soo Ra. “kalau wanita tidak tertarik padanya, itu berarti dia gila.. apalagi yang di sebelahnya tadi, mungkin manajernya.. dia juga tidak kalah tampan..” jawab Song In panjang dan membuat Soo Ra meninggalkannya. 
“bahkan aku juga mau kalau dijadikan yeojachingu manajernya..” lanjut Song In. 
“kau bicara dengan siapa?” tanya salah seorang pegawai yang melihat Song In bicara sendirian. 
“Soo-Soo-Soo Ra.. ahh yeoja ini kemana pula, pergi tanpa pamit..” keluh Song In.

“ahjumma, apa kau tahu swalayan terdekat dari sini?” tanya Lee Sang. 
“kau jalan lurus saja, nanti ada swalayan sebelah kanan jalan,” jawab orang tersebut. 
“ne, kamsahamnida” ucap Lee Sang. Orang tersebut mengangguk dan pergi. 

“kau mau kemana?” tanya Song In. 
“aku mau pulang, apa kau mau mengantarku pulang jika nanti perutku semakin sakit?” tanya Soo Ra kembali. 
“ahh baiklah.. deo josim,,” ucap Song In. 
Soo Ra tersenyum simpul dan mencubit pipi Song In lalu bergegas meninggalkan tempat kerjanya. 

Di tengah perjalanan Soo Ra tak sengaja berpapasan dengan Yong Jin. Mereka saling melempar senyum sapaan. 
“cukup manis,” bisik Yong Jin setelah melihat Soo Ra tersenyum.

Ketika akan sampai di rumah, Soo Ra tak sengaja bertemu dengan Lee Sang. “annyeong..” sapa Lee Sang. 
“ne, kau..” balas Soo Ra. Lee Sang mengangguk. 
“apa kau pulang kerja?” tanya Lee Sang. Soo Ra mengangguk. 
“sedikit lebih awal.. kau dari mana?” tanya Soo Ra kembali. 
“membeli ini,” jawab Lee Sang sambil memperlihatkan belanjaannya. 
“araseumnida..” balas Soo Ra. 
Mereka berjalan beriringan. Cukup hening beberapa menit, namun Lee Sang mencoba memecah keheningan tersebut. 
“aku duluan, kalau kau perlu bantuan kau bisa memanggilku,” ucap Soo Ra. 
Lee Sang pun menggangguk mengerti.

2 bulan kemudian
“hya! Hya! Palli bangun!! Pallieyo!” paksa Dong Hoon tiba-tiba. 
“ahh.. kenapa kau membangunkanku? Apa kau tidak tahu aku baru istirahat!” bentak Yong Jin. 
“aku tanya padamu, kenapa muncul kabar seperti ini? Apa yang telah kau lakukan, hahh! Setiap kali kau di naik daun, selalu saja ada berita-berita aneh.. muak aku melihat semua ini!” jelas Dong Hoon dan membanting koran yang di pegangnya. 
Namun, itu tak membuat Yong Jin membuka matanya. 

“Soo Ra-ssi!! Apa kau berpacaran dengan artis Kim Yong Jin??” tanya pegawai di restoran ketika Soo Ra datang. 
“kalian ini bicara apa? Mana mungkin, aku memang mengidolakannya, tapi berpacaran dengannya itu tidak mungkin,” jawab Soo Ra. 
“tapi di televisi dan di koran serta di majalah-majalah terpampang wajahmu,” ucap Song In dari belakang. 
“ada-ada saja kau ini,” balas Soo Ra santai. 
“MWO-MWORAGO?!! Aku ada di televisi? Bagaimana bisa?” teriak Soo Ra mendadak hingga membuat Song In terkejut, bahkan pegawai-pegawai yang lain juga. 

“cepat jelaskan padaku!!” bentak Dong Hoon. 
“itu mungkin media yang tidak suka denganku, sudahlah, itu hanya gosip..” jawab Yong Jin yang melanjutkan tidurnya. 
“haishhh.. dasar namja ini..” keluh Dong Hoon dan akhirnya membiarkan Yong Jin tidur.

Ketika Soo Ra mengantarkan makanan, seorang pelanggan mengenali mukanya dan melontarkan pertanyaan yang kurang dimengertinya. 
“memang aku berbuat apa? Kenapa ada berita seperti itu??” tanya Soo Ra pada Song In yang sedang mengambil makanan. 
“naneun molla” jawab Song In singkat.

Beberapa jam kemudian jam istirahat kerja pun tiba. Yong Jin bangun dari tidurnya dan melihat managernya yang sedang duduk di ruang tamu dengan waja resah dan kesal.
“kau kenapa?” tanya Yong Jin. 
Melihat Yong Jin keluar dari kamarnya, wajah Dong Hon berubah menjadi sedikit menyeramkan. 

“hya, Song In-aa, kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku??” tanya Soo Ra. 
Wajah yang sama dengan Dong Hoon diperlihatkan oleh Song In. 
“apa kau mempunyai hubungan diam-diam dengannya?” tanya Song In dan Dong Hoon bersamaan meski berbeda tempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar