Melihat Soo Ra pergi, Yong Jin kembali masuk, dan
ketika memencet tombol lift, ia di panggil oleh Dong Hoon.
“mwoya?” jawab Yong
Jin.
Ketika itu juga pintu lift terbuka. “kaja,” Dong Hoon mempersilahkan.
Yong
Jin lantas masuk. “kau mau bicara apa tadi?” tanya Yong Jin penasaran.
“anieyo..” jawab Dong Hoon singkat.
Ketika Soo Ra akan berangkat kerja, ia melihat
pemilik kos berjalan dengan seseorang.
“malas sekali aku melihat muka itu, jika
ingat kejadian waktu itu,” gumam Soo Ra.
“annyeong haseyo..” sapa Soo Ra lalu
melanjutkan jalannya.
“jamkaman, hya Park Soo Ra, jamkaman..” panggil pemilik
kos.
“wae? Aku sudah kesiangan..” balas Soo Ra.
“ahh
santai lahh sebentar, oh ya, dia tetangga barumu, kau jangan berteriak-teriak
lagi, dia datang dari luar negeri..” ucap pemilik kos.
“annyeong haseyo, joheun
Kim Lee Sang Imnida” ucap Lee Sang.
Soo Ra hanya mengangguk mengerti.
“baiklah..
aku mau berangkat dulu.. annyeong..” pamit Soo Ra.
“dasar yeoja ini,” cletuk
pemilik kos.
“baiklah, sudah mengantar saya sampai disini, kamsahamnida..” ucap
Lee Sang.
“hhuahh.. sangat melelahkan, bagaimana kalau kita
makan,” ajak Yong Jin.
“arasseo,” jawab Dong Hoon singkat.
“kau tahu restoran
tempat kerja wanita semalam?” tanya Yong Jin.
“apa kau sudah terpikat dengan
sikap anehnya itu?” tanya Dong Hoon kembali.
“sampai-sampai kau ingin bertemu
dengannya lagi,” lanjut Dong Hoon.
“aneh? Kau sudah kenal dia sebelumnya?”
tanya Yong Jin penasaran.
“ani, ahh ini restorannya, kaja turun..” balas Dong
Hoon.
Yong Jin memandang Dong Hoon heran. “bukannya kau yang aneh?” gumam Yong
Jin dalam hati.
Terdengar bunyi handphone di kamar Lee Sang.
Ketika telepon itu akan di angkat, tiba-tiba telepon tersebut mati.
“apa-apaan
ini, mengganggu saja..” gumamnya.
“Song In ada pelanggan datang, kau layani dia
ya, aku sudah tidak tahan” ucap Soo Ra.
“ta-ta-tapi.. hya! Park Soo Ra..”
panggil Song In.
“aigoo.. kenapa perutku begitu sakit setelah makan makanan
tadi..” keluh Soo Ra ketika keluar dari WC.
“apa Soo Ra sudah kembali?” tanya
Song In kepada salah seorang pegawai setelah mengantarkan makanan untuk Yong
Jin.
“molla,” jawab pegawai tersebut.
Song In pun menghampiri Soo Ra ke kamar mandi dan
sesampainya disana Song In melihat Soo Ra memegangi perutnya.
“Soo Ra, neol
gwenchanayo?” tanya Song In khawatir.
“aku tidak tahu,, perutku tiba-tiba saja
terasa sakit setelah makan makanan yang kau beri tadi..” jelas Soo Ra.
“maksudmu kau menuduhku memberi racun di dalam makanan itu?” ucap Song In.
“a-a-anieyo.. kaja kembali bekerja..” balas Soo Ra.
“ah.. Soo Ra-aa.. apa kau
tahu tadi yang aku melayani siapa?” ucap Song In.
“nuguya? Laki-laki tampan
yang kau sukai waktu itu?” tanya Soo Ra kembali dengan nada tak peduli.
“anieyo, tapi pangeran impianmu.. Kim Yong Jin.. ternyata kau benar, dia memang
tampan..” jawab Song In sambil memuji wajah tampan Yong Jin.
“jeongmal?!
a-aduh..” tanya Soo Ra dan kembali memegang perutnya.
Song In mengangguk manis.
“hya! Song In-ssi! Apa kau tertarik dengannya?” tanya Soo Ra. “kalau wanita
tidak tertarik padanya, itu berarti dia gila.. apalagi yang di sebelahnya tadi,
mungkin manajernya.. dia juga tidak kalah tampan..” jawab Song In panjang dan
membuat Soo Ra meninggalkannya.
“bahkan aku juga mau kalau dijadikan
yeojachingu manajernya..” lanjut Song In.
“kau bicara dengan siapa?” tanya
salah seorang pegawai yang melihat Song In bicara sendirian.
“Soo-Soo-Soo Ra..
ahh yeoja ini kemana pula, pergi tanpa pamit..” keluh Song In.
“ahjumma, apa kau tahu swalayan terdekat dari
sini?” tanya Lee Sang.
“kau jalan lurus saja, nanti ada swalayan sebelah kanan
jalan,” jawab orang tersebut.
“ne, kamsahamnida” ucap Lee Sang. Orang tersebut
mengangguk dan pergi.
“kau mau kemana?” tanya Song In.
“aku mau pulang,
apa kau mau mengantarku pulang jika nanti perutku semakin sakit?” tanya Soo Ra
kembali.
“ahh baiklah.. deo josim,,” ucap Song In.
Soo Ra tersenyum simpul dan
mencubit pipi Song In lalu bergegas meninggalkan tempat kerjanya.
Di tengah
perjalanan Soo Ra tak sengaja berpapasan dengan Yong Jin. Mereka saling
melempar senyum sapaan.
“cukup manis,” bisik Yong Jin setelah melihat Soo Ra
tersenyum.
Ketika akan sampai di rumah, Soo Ra tak sengaja
bertemu dengan Lee Sang. “annyeong..” sapa Lee Sang.
“ne, kau..” balas Soo Ra.
Lee Sang mengangguk.
“apa kau pulang kerja?” tanya Lee Sang. Soo Ra
mengangguk.
“sedikit lebih awal.. kau dari mana?” tanya Soo Ra kembali.
“membeli ini,” jawab Lee Sang sambil memperlihatkan belanjaannya.
“araseumnida..”
balas Soo Ra.
Mereka berjalan beriringan. Cukup hening beberapa menit, namun
Lee Sang mencoba memecah keheningan tersebut.
“aku duluan, kalau kau perlu
bantuan kau bisa memanggilku,” ucap Soo Ra.
Lee Sang pun menggangguk mengerti.
2
bulan kemudian
“hya! Hya! Palli bangun!! Pallieyo!” paksa Dong
Hoon tiba-tiba.
“ahh.. kenapa kau membangunkanku? Apa kau tidak tahu aku baru
istirahat!” bentak Yong Jin.
“aku tanya padamu, kenapa muncul kabar seperti
ini? Apa yang telah kau lakukan, hahh! Setiap kali kau di naik daun, selalu
saja ada berita-berita aneh.. muak aku melihat semua ini!” jelas Dong Hoon dan
membanting koran yang di pegangnya.
Namun, itu tak membuat Yong Jin membuka
matanya.
“Soo Ra-ssi!! Apa kau berpacaran dengan artis Kim
Yong Jin??” tanya pegawai di restoran ketika Soo Ra datang.
“kalian ini bicara apa?
Mana mungkin, aku memang mengidolakannya, tapi berpacaran dengannya itu tidak
mungkin,” jawab Soo Ra.
“tapi di televisi dan di koran serta di majalah-majalah
terpampang wajahmu,” ucap Song In dari belakang.
“ada-ada saja kau ini,” balas
Soo Ra santai.
“MWO-MWORAGO?!! Aku ada di televisi? Bagaimana bisa?” teriak Soo
Ra mendadak hingga membuat Song In terkejut, bahkan pegawai-pegawai yang lain
juga.
“cepat jelaskan padaku!!” bentak Dong Hoon.
“itu
mungkin media yang tidak suka denganku, sudahlah, itu hanya gosip..” jawab Yong
Jin yang melanjutkan tidurnya.
“haishhh.. dasar namja ini..” keluh Dong Hoon
dan akhirnya membiarkan Yong Jin tidur.
Ketika Soo Ra mengantarkan makanan, seorang
pelanggan mengenali mukanya dan melontarkan pertanyaan yang kurang
dimengertinya.
“memang aku berbuat apa? Kenapa ada berita seperti itu??” tanya
Soo Ra pada Song In yang sedang mengambil makanan.
“naneun molla” jawab Song In
singkat.
Beberapa jam kemudian jam istirahat kerja pun
tiba. Yong Jin bangun dari tidurnya dan melihat managernya yang sedang duduk di
ruang tamu dengan waja resah dan kesal.
“kau kenapa?” tanya Yong Jin.
Melihat
Yong Jin keluar dari kamarnya, wajah Dong Hon berubah menjadi sedikit
menyeramkan.
“hya, Song In-aa, kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku??” tanya
Soo Ra.
Wajah yang sama dengan Dong Hoon diperlihatkan oleh Song In.
“apa kau
mempunyai hubungan diam-diam dengannya?” tanya Song In dan Dong Hoon bersamaan
meski berbeda tempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar