Soo Ra yang mendadak dikejutkan oleh pelukan Yong Jin, ia pun hanya terdiam tak berkutik.
Beberapa menit menunggu Soo Ra yang tak kunjung
keluar, Song In kembali masuk ke dalam restoran. Ketika masuk, Song In melihat
Soo Ra tertidur dengan kepala di ats meja.
“mwoya, yeoja ini benar-benar
ceroboh,” ucap Song In.
Segera ia membangunkan Soo Ra.
“Soo Ra-aa! Palli bangun! Apa kau mau tidur di
sini?!” teriak Song In.
“Park Soo Ra!!! Apa kau mendengarku?!” lanjut Song In.
“ne?” jawab Soo Ra.
“MWO!!!” teriak Soo Ra tiba-tiba hingga membuat Song In
terkejut.
“kaja pulang, masih sempat kau tertidur ketika beres-beres,” ucap
Song In.
“cuma mimpi ya,,” ucap Soo Ra kecewa.
“apa kau memimpikan pangerang
pujaanmu itu? Soo Ra, managernya saja belum tentu mau denganmu,” cletuk Song
In.
“hya! Kenapa kau bicara seperti itu! Apa kau tidak suka ha!” ucap Soo Ra
kesal.
“bukan-”. “Sudahlahh aku mau pulang dulu! Dasar!” pamit Soo
Ra yang masih kesal memotong ucapan Song In. “haisshhh... yeoja itu,” gumam Song In melihat Soo Ra
pergi.
Yong Jin yang sendirian di depan apartemen, berlajan ke kanan kiri terus
menerus dengan musik yang di dengarnya.
“ahh!! Aku kira bukan mimpi, hahh kenapa juga
tadi mimpi di sana, ahhhh!!!” teriak Soo Ra di jalan hingga mengundang
orang-orang untuk melihatnya.
“tidak ada pekerjaan, sepi juga.. hahh..” ucap
Yong Jin sendirian dan duduk di depan apartemennya.
Ketika menoleh ke arah
timur, Yong Jin melihat seseorang yang mirip dengan pengantar makanan tadi
pagi. Saat sudah dekat, Yong Jin mencoba menyapanya
“annyeong haseyo..”.
“omo!”
ucap Soo Ra terkejut.
“wae? Kau bukannya orang waktu itu??” tanya Yong Jin.
Soo Ra hanya diam terpaku melihat Yong Jin yang
tiba-tiba menyapanya. Ia hanya memandang Yong Jin heran.
“nuguseyo?” tanya
Yong Jin. Soo Ra masih diam.
“apa mimpiku tadi menjadi kenyataan?” tanya Soo Ra
dalam hati.
“nuguseyo?” tanya Yong Jin lagi.
“hah? mworago?” tanya Soo Ra.
Lantas Yong Jin pun tertawa dan mengulang pertanyaannya.
“ahh mian, Park Soo Ra
imnida, aku sangat mengidolakanmu.. apa kau tahu?” ucap Soo Ra.
“jadi, aku
bicara dengan fans ku? Apa aku bisa menjadi temanmu?” tanya Yong Jin.
“andwae!”
teriak Dong Hoon dari belakang.
“omo!! Orang itu.. aishh” ucap Soo Ra dengan
mata yang melebar ketika melihat Dong Hoon.
“mian, aku pergi dulu..” pamit Soo
Ra.
“jamkaman,” ucap Yong Jin.
“ahhh...” keluh Soo Ra lirih.
“sudahlah, kau tidur sana, aku sudah bosan
mendengar teriakanmu,” dalih Yong Jin.
“apa kau benar-benar
dengan ucapanmu tadi?” bisik Dong Hoon.
Yong Jin pun tertawa
terpingkal-pingkal mendengar pertanyaan Dong Hoon. Sementara Soo Ra yang tidak
mengerti apa yang membuat Yong Jin tertawa hanya memandang heran.
“anieyo, aku
hanya sopan santun karena dia mengidolakan aku, jadi kau jangan khawatir.”
bisik Yong Jin.
“ahh!! Arasseo, kalian berdua mau jalan-jalan kan, yahh
silahkan.. kaja..” ucap Dong Hoon mendadak halus kepada Soo Ra.
“mian, aku mau
pulang dulu.. annyeong,,” pamit Soo Ra sekali lagi.
“apa kau besok ada acara?”
tanya Yong Jin.
“a-a-anieyo.. wa-wa-wae?” tanya Soo Ra.
“ahh gwenchana,, kalau
kau mau pulang, silahkan..” jawab Yong Jin.
Soo Ra pun langsung meninggalkan
Yong Jin dan Dong Hoon.
“apa yang terjadi denganku? Bukankah dia artis, dan aku
orang biasa? Kalau aku tidak bilang aku fansnya, mungkinkah dia mengajakku
berteman?” gumam Soo Ra dalam hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar