Jumat, 26 April 2013

Part 5



Soo Ra yang mendadak dikejutkan oleh pelukan Yong Jin, ia pun hanya terdiam tak berkutik.
 
Beberapa menit menunggu Soo Ra yang tak kunjung keluar, Song In kembali masuk ke dalam restoran. Ketika masuk, Song In melihat Soo Ra tertidur dengan kepala di ats meja. 
“mwoya, yeoja ini benar-benar ceroboh,” ucap Song In. 
Segera ia membangunkan Soo Ra.
“Soo Ra-aa! Palli bangun! Apa kau mau tidur di sini?!” teriak Song In. 
“Park Soo Ra!!! Apa kau mendengarku?!” lanjut Song In. 
“ne?” jawab Soo Ra. 
“MWO!!!” teriak Soo Ra tiba-tiba hingga membuat Song In terkejut. 
“kaja pulang, masih sempat kau tertidur ketika beres-beres,” ucap Song In. 
“cuma mimpi ya,,” ucap Soo Ra kecewa. 
“apa kau memimpikan pangerang pujaanmu itu? Soo Ra, managernya saja belum tentu mau denganmu,” cletuk Song In. 
“hya! Kenapa kau bicara seperti itu! Apa kau tidak suka ha!” ucap Soo Ra kesal. 
“bukan-”. “Sudahlahh aku mau pulang dulu! Dasar!” pamit Soo Ra yang masih kesal memotong ucapan Song In. “haisshhh... yeoja itu,” gumam Song In melihat Soo Ra pergi. 

Yong Jin yang sendirian di depan apartemen, berlajan ke kanan kiri terus menerus dengan musik yang di dengarnya.
“ahh!! Aku kira bukan mimpi, hahh kenapa juga tadi mimpi di sana, ahhhh!!!” teriak Soo Ra di jalan hingga mengundang orang-orang untuk melihatnya. 
“tidak ada pekerjaan, sepi juga.. hahh..” ucap Yong Jin sendirian dan duduk di depan apartemennya. 
Ketika menoleh ke arah timur, Yong Jin melihat seseorang yang mirip dengan pengantar makanan tadi pagi. Saat sudah dekat, Yong Jin mencoba menyapanya 
“annyeong haseyo..”. 
“omo!” ucap Soo Ra terkejut. 
“wae? Kau bukannya orang waktu itu??” tanya Yong Jin.
Soo Ra hanya diam terpaku melihat Yong Jin yang tiba-tiba menyapanya. Ia hanya memandang Yong Jin heran. 
“nuguseyo?” tanya Yong Jin. Soo Ra masih diam. 
“apa mimpiku tadi menjadi kenyataan?” tanya Soo Ra dalam hati. 
“nuguseyo?” tanya Yong Jin lagi. 
“hah? mworago?” tanya Soo Ra. 
Lantas Yong Jin pun tertawa dan mengulang pertanyaannya. 
“ahh mian, Park Soo Ra imnida, aku sangat mengidolakanmu.. apa kau tahu?” ucap Soo Ra. 
“jadi, aku bicara dengan fans ku? Apa aku bisa menjadi temanmu?” tanya Yong Jin.
“andwae!” teriak Dong Hoon dari belakang. 
“omo!! Orang itu.. aishh” ucap Soo Ra dengan mata yang melebar ketika melihat Dong Hoon. 
“mian, aku pergi dulu..” pamit Soo Ra. 
“jamkaman,” ucap Yong Jin. 
“ahhh...” keluh Soo Ra lirih.
“sudahlah, kau tidur sana, aku sudah bosan mendengar teriakanmu,” dalih Yong Jin. 
“apa kau benar-benar dengan ucapanmu tadi?” bisik Dong Hoon. 
Yong Jin pun tertawa terpingkal-pingkal mendengar pertanyaan Dong Hoon. Sementara Soo Ra yang tidak mengerti apa yang membuat Yong Jin tertawa hanya memandang heran. 
“anieyo, aku hanya sopan santun karena dia mengidolakan aku, jadi kau jangan khawatir.” bisik Yong Jin. 
“ahh!! Arasseo, kalian berdua mau jalan-jalan kan, yahh silahkan.. kaja..” ucap Dong Hoon mendadak halus kepada Soo Ra. 
“mian, aku mau pulang dulu.. annyeong,,” pamit Soo Ra sekali lagi. 
“apa kau besok ada acara?” tanya Yong Jin. 
“a-a-anieyo.. wa-wa-wae?” tanya Soo Ra. 
“ahh gwenchana,, kalau kau mau pulang, silahkan..” jawab Yong Jin. 
Soo Ra pun langsung meninggalkan Yong Jin dan Dong Hoon. 
“apa yang terjadi denganku? Bukankah dia artis, dan aku orang biasa? Kalau aku tidak bilang aku fansnya, mungkinkah dia mengajakku berteman?” gumam Soo Ra dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar