Soo Ra yang terkejut mendengar bisikan Song In lantas berteriak dan mengagetkan beberapa pegawai. "MWORAGO! lakukan saja sendiri".
“neo, aish jinjja!” ucap Song In sambil mencubit badan Soo Ra.
“apa otakmu sudah tidak berfungsi lagi? Memberi
ide gila seperti itu!” balas Soo Ra dan meninggalkan Song In.
“jamkaman, apa kau tidak mau?” tanya Song In.
“shirreo! Arasseo!” bentak Soo Ra yang
langsung pergi meninggalkan Song In.
“bukannya.. ahh dasar, tadi ingin tahu, ku beri
tahu malah membentak, lagi pula kau sama dia kan berbeda.. dasar” gumam Song
In.
Sekitar jam 19.45 KST, Soo Ra mulai membereskan barang-barangnya.
“kenapa kau beres-beres?” tanya Song In.
“aku pulang lebih awal” jawab Soo Ra yang masih
sedikit kesal dengan ide yang dilontarkan Song In kepadanya.
“apa kau masih marah? Mianhae, aku tidak
bermaksud seperti itu,”.
“permintaan maaf masih di pending,” jawab Soo Ra
yang meninggalkan Song In.
“kau kira pesan.. kalau bukan temanku sudah ku
lempar sepatu kau!”.
Soo Ra menahan tertawa mendengar ucapan Song In.
“aku lapar..” rengek Yong Jin di perjalanan pulang dari shooting.
Dong Hoon hanya diam tak menanggapi ucapan Yong
Jin.
“hya, Jang Dong Hoon, namja yang mirip yeoja, aku
lapar.. bagaimana kalau kita makan, aku yang bayar..”.
Mendengar ajakan Yong Jin, Dong Hoon
memberhentikan mobilnya, tepat di depan restoran tempat Soo Ra bekerja.
Tak lama Dong Hoon melihat Soo Ra yang baru keluar dari restoran, ia pun buru-buru menghentikan langkahnya.
“apa itu yeojachingunya??” bisik Yong Jin dalam
hati.
“ne?”.
Ketika melihat ke belakang, betapa kagetnya Soo
Ra saat melihat Dong Hoon.
“jamkaman,”.
“mianhae.. jeongmal mianhae,” ucap Soo Ra.
“kenapa kau minta maaf??”.
“karena kaleng yang mengenai kepalamu tadi
pagi,” jawab Soo Ra sambil menutup mata.
Wajah Dong Hoon yang tadinya biasa-biasa saja
berubah menjadi aneh.
“kau! Jadi kau! Apa kau!”.
“ne mian!”.
Soo Ra buru-buru berlari meninggalkan Dong Hoon.
Melihat Soo Ra berlari Yong Jin berfikir yang tidak-tidak tentang Dong Hoon.
Sesampai di rumah nafas Soo Ra terengah-engah karena berlari. Ia jatuh terduduk
dan menepuk-nepuk dadanya sambil sesekali menghela nafas panjang.
"Apa yeoja itu mempunyai salah denganmu?
Sampai-sampai ia terlari secepat kilat" ucap Yong Jin.
“ahh sudahlah! Kaja pulang!” bentak
Dong Hoon.
“kau bilang mau makan, kau tau perutku belum terisi apa-apa” keluh Yong
Jin.
“lalu, sepotong roti yang kau makan tadi bukan makanan apa? Besi?!” jawab
Dong Hoon kesal.
“dasar manager kejam kau!” gumam Yong Jin.
“kau mau pulang
atau tidak?!” teriak Dong Hoon dari dalam mobil. Yong Jin segera masuk kedalam
mobil dengan kesal. Sementara Dong Hoon yang juga merasa kesal langsung menarik
gas dalam-dalam, sehingga mobil melaju dengan cepat.
“hahh!! Bagaimana aku bisa bertemu dengan
laki-laki itu lagi, mukanya sangat menyeramkan..” ucap Soo Ra dalam rumahnya.
“tapi! Bukankah orang yang keluar dari mobil laki-laki itu Kim Yong Jin??”
tanya Soo Ra. “kalau dia managernya? Ahh tidak mungkin, pasti bukan, tapi
kenapa dia satu mobil dengan laki-laki itu??”. Soo Ra terus menebak-nebak
tentang laki-laki itu, mengapa satu mobil dengan Yong Jin hingga ia terlelap
dalam tidurnya.
“Park Soo Ra.. apa kau sudah berangkat bekerja??”
panggil seseorang. Soo Ra yang sedang sarapan pun kaget mendengar suara
tersebut. “aigoo.. kenapa orang itu datang jam segini.. hahhh!!!” keluh Soo Ra.
“cepat buka pintunya!!”. Dengan rasa takut Soo Ra membuka pintu rumahnya.
“mianhaeyo.. aku janji, aku bayar minggu depan kalau aku gajian.. aku
berjanji..” ucap Soo Ra sambil menundukkan kepalanya. “aku hanya mengembalikan
kaleng ini, untuk 1 tahun kedepan kau bebas biaya..” ucap pemilik kos. Melihat
kaleng yang di bawa oleh pemilik kos, Soo Ra terkejut. “wae?? Ya.. kau memang
anak yang cerdas, gomawo..” jelas pemilik kos. Mendengar itu, Soo Ra semakin
terkejut. “kenapa kau masuk tanpa izin!!!” bentak Soo Ra. “tidak usah
marah-marah, santai saja, kapan-kapan seperti ini lagi ya..” balas pemilik kos
dan meninggalkan Soo Ra. “mwoya?!! micheosseo!! Hahhh!!! Kenapa aku sial sekali
dari kemarin.. haaahhh!!! Kenapa orang itu mata duitan sekali..” keluhnya
sekali lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar