Karena tidak ingin
mengecewakan Song In dan Lee Sang, Yong Jin mengajak Song In mengobrol sebentar
begitupun Soo Ra.
“mianhamnida, aku akan pulang dulu, mian sudah menyuruhmu
kemari, annyeong gaseyo” pamit Yong Jin tiba-tiba.
“kring..kring..kring” bunyi
handphone Dong Hoon yang sudah cemas menunggu Yong Jin. “kalau kau sudah ada di tempat shooting, aku akan kesana, tapi kalau kau
belum berangkat cepatlah berangkat,” tulis Yong Jin dalam sms.
“hahh..
akhirnya..” ucap Dong Hoon lega.
“akan kutunggu
jawabanmu, palli istirahat,” ucap Lee Sang. Soo Ra mengangguk dan tersenyum
simpul.
“aigoo, ada apa denganku? Mengapa aku salah menyebut?” keluh Soo Ra.
“ah, bukankah aku mempunyai nomor telepon Yong Jin?” tanya Soo Ra dan langsung
mengecek kontak teleponnya.
“treng..treng..treng..”
bunyi handphone Yong Jin di sela-sela shootingnya. “mianhae, aku tadi bertemu dengan temanku, jeoseonghamnida.. kalau besok
kau ada waktu luang, besok kau ku tunggu di tempat yang sama jam lima sore
sebagai permintaan maafku, kau telat juga tidak apa-apa” isi sms Soo Ra
kepada Yong Jin yang dibaca Dong Hoon. Dong Hoon yang sedikit tidak suka dengan
Soo Ra tanpa sebab yang jelas, ia hanya mengembalikan handphone Yong Jin di
tempatnya tanpa memberitahukan kepada Yong Jin.
Yong Jin yang sudah
siap berangkat untuk ke luar negeri, ia terus menunggu sms Soo Ra.
“apa kau
tidak merasa bersalah? Karena kesalahnmu kemarin?” bisik Yong Jin.
“apakah yang
dibilang Shin Min tentangmu itu benar?” lanjut Yong Jin.
“apa kau sudah siap?”
tanya Dong Hoon.
Yong Jin terdiam sejenak dan berdiri meninggalkan
apartemennya.
“besok jangan lupa
datang ke rumahku ne.. kita akan berpesta..” ucap teman kerja Soo Ra.
“aku
pamit dulu,” ucap Soo Ra.
“ahh, Soo Ra-aa, jamkaman,” panggil Song In.
“wae?”
tanya Soo Ra.
“mengapa semalam kau menyuruhku menemui orang itu?” tanya Song
In.
“gwenchana, aku pergi dulu ne,” pamit Soo Ra.
Soo Ra terus duduk
menunggu kedatangan Yong Jin hingga malam. Ia mencoba menelfon Yong Jin namun
tidak aktif. “sebaiknya aku pulang saja, mungkin dia tidak bisa datang, besok
pasti dia bisa,” ucap Soo Ra yakin.
Setelah berhari-hari
menunggu dan mencoba menelfon Yong Jin, namun hanya angin yang menjawab semua
itu. “aku memang salah, tapi apakah kau tidak bisa memafkanku?” tanya Soo Ra
dengan memandang air yang mengalir dengan tenang di pinggiran sungai han.
20 bulan kemudian
Beberapa bulan
berlalu, Soo Ra menganggap Yong Jin sudah pergi, ia sadar tidak mungkin Yong
Jin mau mendatanginya. Sementara seiring berjalannya waktu, berita-berita
miring tentang Yong Jin berubah.
“capek sekali, apa
kau membawa handphone ku? Sudah lama aku tidak memainkannya,” ucap Yong Jin. “jom,”
ucap Dong Hoon memberikan handphonenya. “tadi ada Shin Min yang menelponmu,
coba kau telpon kembali,” lanjut Dong Hoon. “arasseo, gomawo,” ucap Yong Jin. “hari
ini dan besok kita terakhir shooting disini, lusa kita akan kembali ke korea”
jelas Dong Hoon. Yong Jin hanya mengangguk merespon suara Dong Hoon
“Soo Ra, kau dicari
Lee Sang, dia ada di depan” ucap Song In. Soo Ra mengangguk dan segera
menghampiri Lee Sang.
Selesai menelfon
Shin Min, Yong Jin memeriksa handphone, ia pun terkejut ketika melihat pesan
dari Soo Ra beberapa bulan yang lalu. Ia terus teriak-teriak memanggil Dong
Hoon. “apa kau tidak bisa memanggil dengan suara biasa-biasa saja?” tanya Dong
Hoon.
“mengapa pesan ini
sampai aku tidak tahu?” tanya Yong Jin. Setelah melihat pesan tersebut, Dong
Hoon terkejut, namun hanya merespon dengan santai. “mwoya? ini pesan sudah
lebih dari satu tahun yang lalu,” ucap Dong Hoon. “kalau ku ingat, saat ini aku
sedang shooting acara reality show, mengapa kau tidak memberikannya padaku!”
bentak Yong Jin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar