“hya! kau siapa!”
bentak Soo Ra tiba-tiba yang langsung menyikut Yong Jin.
Ketika membalikkan
badannya, Soo Ra meihat Yong Jin yang kesakitan memegang perutnya.
“apa kau tidak
melihat kalau itu aku?” ucap Yong Jin.
“Yong Jin-ssi, ahh jeoseonghamnida, nan
mollayo, mianata,” balas Soo Ra.
“gwenchana?” tanya
Soo Ra.
Sementara Song In hanya melihat mereka-reka apa yang terjadi diantara
Soo Ra dan Yong Jin. Ia terus memandang ke arah Soo Ra dan Yong Jin.
“kenapa kau kesini
malam-malam seperti ini? Apa kau tidak takut dengan berita yang tidak-tidak
tentangmu lagi?” tanya Soo Ra lagi.
“ahh, aku pulang saja, besok kalau kau
pulang kerja, mampir sebentar ke dekat sungai han, araji?” ucap Yong Jin.
“ah,
jamkaman, neo-” ucap Soo Ra berhenti ketika Yong Jin masuk ke dalam mobilnya.
“hahh... sakit
sekali, yeoja itu benar-benar, ” keluh Yong Jin dalam mobil.
Ketika Soo Ra
berjalan pulang, Song In memanggilnya.
“ohh.. kau belum pulang?” tanya Soo Ra.
“aku tadi khawatir dengan keadaanmu, hajiman, apa kau ada hubungan deng artis
Kim Yong Jin?” tanya Song In.
Soo Ra yag tadinya
sedang memainkan jarinya di atas layar hanphonenya pun terkejut. “a-ani, dia
pacar seorang model, ah aku pulang dulu,” balas Soo Ra.
“Soo Ra-aa, jamkaman,”
ucap Song In.
“aku tidak ada hubungan dengannya, hanya berteman, aku pulang
dulu,” pamit Soo Ra yang langsung memberhentikan sebuah bus.
“oh, tumben sekali dia naik bus, kalau hanya
berteman, mengapa tadi- ah.. mungkin hanya perasaanku saja,” gumam Song In.
“gidariyo,” panggil
Shin Min ketika Soo Ra turun dari bus yang ditumpanginya.
Namun, Soo Ra tak
mengenali suara itu.
“Soo Ra-aa” panggil Lee Sang ketika Soo Ra akan menengok
ke arah Shin Min.
“oh, kau dari mana?” tanya Soo Ra.
Lee Sang dan Soo Ra pun
berjalan pulang, merasa tak di hiraukan, Shin Min kembali memanggil, namun Soo
Ra tak mendengar panggilan Shin Min.
“apakah dia,
namjachingunya?” tanya Shin Min mereka-reka.
“terlihat akrab sekali,”
lanjutnya.
“kau, seperti yeoja
yang diberitakan dengan artis Kim Yong Jin,” ucap Lee Sang.
“mwoya? hah.. kau
ada-ada saja,” balas Soo Ra.
“ahh, aku akan masuk dulu, annyeong..” pamit Soo
Ra.
“tapi, sebenarnya itu kau kan?” tanya Lee Sang sendirian.
“apa kau ada obat
untuk sakit perut?” tanya Yong Jin ketika Dong Hoon masuk ke dalam
apartemennya.
“ne, wae?” tanya Dong Hoon.
“kaja, berikan padaku,” jawab Yong
Jin.
“hah.. yeoja itu, jinjja, perutku hampir saja sobek karena semua itu,”
keluh Yong Jin.
“gwenchana?” tanya Dong Hoon sambil memeberikan obat sakit perut.
“kau jangan seperhatian itu, aku takut,” ucap Yong Jin.
“mworago? Kau kira-”.
“apa kau pernah dekat dengan yeoja? Apa kau pernah tidak marah jika aku
diberitakan dengan yeoja?” cletuk Yong Jin.
“hya! aku tidak menyukai sesama
jenis! arasseo” bentak Dong Hoon.
“apa kau hari ini sibuk?” tanya Song In.
“ani,” jawab Soo Ra.
“jinjja?” tanya Song In lagi.
Soo Ra yang tidak nyaman dengan pertanyaan Song In, ia menghampiri pelanggan
yang baru datang.
“aish, jelas-jelas tadi malam kau di peluk Yong Jin,” cletuk
Song In.
“nuguseyo? Siapa yang dipeuk Yong Jin? Neo?” tanya salah seorang
pegawai yang mendengar perkataan Song In.
“ah, anieyo, kau salah dengar..”
jawab Song In yang langsung meninggalkan tempatnya berdiri.
“malam ini kita akan
menyelesaikan shooting terakhir, besok kita akan berangkat ke luar negeri,”
jelas Dong Hoon ketika Yong Jin akan berangkat keluar.
“aku akan pergi dulu,”
balas Yong Jin.
“mworago? Shootingnya akan dimulai dua jam lagi, dari sini
ketempat shooting ada satu setengah jam, hya! Yong Jin-ssi! Dwidollida!!
Palli?!” teriak Dong Hoon. Yong Jin yang tak menghiraukan teriakan Dong Hoon,
terus melangkahkan kakinya dan pergi meninggalkan Dong Hoon.
“baiklah, aku akan
pulang terlebih dahulu, annyeong..” ucap Soo Ra. “ahh, Song In-aa, kau datang
ke sungai han, disana ada orang yang menunggumu, kau bisa menggantikanku kan?
Palliyo, dia menunggu,” lanjut Soo Ra yang langsung meninggalkan restoran.
“ahh, pasti aku telat,” gumam Soo Ra yang menunggu bus.
“kau sudah datang,
So-” ucapan Yong Jin terputus ketika orang yang dilihatnya bukanlah Soo Ra.
“oh.. Kim Yong Jin-ssi, kenapa kau ada disini?” tanya Song In. “nuguseyo?”
tanya Yong Jin. “ah ne, joheun Song Song In, tadi aku di suruh Park Soo Ra
kemari, apa kau mengenalnya?” tanya Song In. Yong Jin hanya diam setelah
mendengar jawaban Song In. Ia teringat akan kata-kata Shin Min siang tadi di
sms “oppa, yeoja yang kau suka itu,
ternyata dia sudah memiliki namjachingu,”.
“jeosonghamnida, aku
terlambat,” ucap Soo Ra ketika menghampiri tempat Yong Jin berdiri. Ketika
membalikkan badan, Soo Ra terkejut, ternyata orang itu bukan Yong Jin.
“bahasamu terlalu, ne gwenchana, arasseo, kaja..” ucap Lee Sang. “jamkaman,”
panggil Soo Ra. “ne, bukankah kau kau kesini memang menemuiku? Apa ada orang
lain?” tanya Lee Sang. Soo Ra terdiam sejenak, melihat sekeliling yang ternyata
bukanlah sungai han tempat dimana Yong Jin menunggunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar