Jumat, 26 April 2013

Part 11



“aku pulang duluan, anyeong yeoreobun..” pamit Soo Ra. 
“Soo Ra-aa, apa kau mau meninggalkan ini?” ucap Song In sambil melemparkan handphone Soo Ra. 
“omo!” ucap Soo Ra. 
“gomawo,” lanjutnya.

Beberapa menit naik taxi, Soo Ra sudah sampai di apartemen Yong Jin. 
Ia segera memberikan kue yang dititipkan Shin Min padanya. 
“ne,” jawab Yong Jin yang kemudian menutup telepon Dong Hoon. 
Selang beberapa menit, terdengar bunyi bel di apartemen Yong Jin. Yong Jin segera membukakan pintu. 
“mianhae, malam-malam mengganggumu, ini ada titipan dari Yeon Shin Min-ssi,” ucap Soo Ra ketika Yong Jin membukakan pintu. 
“gwenchana, kenapa kau menunduk seperti itu?” tanya Yong Jin. 
“anieyo,” jawab Soo Ra. 
“ne, gomawo, kau berbeda dengan pertama kali aku mengenalmu, Park Soo Ra..” ucap Yong Jin. 
Mendengar Yong Jin menyebut namanya, sontak Soo Ra langsung menatap Yong Jin yang kemudian pamit pergi. 
“jamkaman,” panggil Yong Jin. 
“ne?” jawab Soo Ra membalikkan badannya. 
“deo josimhae, sekali lagi gomawo” ucap Yong Jin lalu tersenyum kepada Soo Ra. 
Soo Ra hanya menggangguk halus kemudian pergi. “benarkah huruf ‘P’ di handphonemu itu Park Ah In?” tanya Dong Hoon yang muncul tiba-tiba ketika Yong Jin akan masuk ke dalam apartemennya. “omo! Kau mengagetkan sekali, ne, apa kau tidak percaya?” tanya Yong Jin kembali. “bukan Park Soo Ra?” Dong Hoon kembali bertanya. “anieyo, sudah kau tidur saja sana..” ucap Yong Jin yang langsung masuk ke dalam apartemennya dan menutup pintunya. “kenapa orang itu selalu ingin mengetahui hal pribadiku? Kita kan sama-sama namja,” gumam Yong Jin.
“Song In aku menitip handphone ku sebentar ne? Aku mau ke toilet sebentar,” ucap Soo Ra. Saat Soo Ra di toilet, Yong Jin menelpon Soo Ra, dan itu diketahui oleh Song In. Namun, Song In sengaja tak mengangkat dan pura-pura tidak tahu ketika Soo Ra mengambil handphonenya. “ah, Soo Ra, tadi sepertinya ada telepon masuk, coba kau cek, aku tadi tidak sempat melihatnya,” ucap Song In lalu meninggalkan Soo Ra. “ne,” balas Soo Ra.
“apa kau ada di apartemen?” tanya Shin Min di balik telepon. “ne, waeyo?” jawab Yong Jin. “jamkamaneyo, aku akan segera kesana..” | “ta-” ucapan Yong Jin terputus karena telepon Shin Min langsung terputus. Yong Jin memandang teleponnya dengan muka kesal. “aku usahakan bisa, ne..” ucap Dong Hoon. “sudah lama aku tidak masuk ke dalam lingkungan apartemen ini,” bisik Shin Min. “oh.. Yeon Shin Min-ssi, sudah lama tidak bertemu,” ucap Dong Hoon ketika melihat Shin Min. “aigoo, Jang Dong Hoon-ssi, wajahmu sedikit ada perubahan, apa kau memakai sesuatu?” tanya Shin Min. “anieyo, berubah? Wae?” jawab Dong Hoon. “sepertinya tambah tua, apa faktor umur?” cletuk Shin Min. “mwoya!!” teriak Dong Hoon. Mendengar teriakan Dong Hoon, Shin Min langsung membuka pintu apartemen Yong Jin, namun di balik pintu ada Yong Jin yang membuka pintu terlebih dulu, dan membuat Shin Min jatuh dalam pelukan Yong Jin dan membuat jantung Shin Min berdetak lebih kencang. “hem..” cletuk Dong Hoon ketika melihat Yong Jin dan Shin Min saling berpandangan. “herm,, ah oppa, Dong Hoon-ssi dia sedikit berubah kan wajahnya, berubah tua..” ucap Shin Min setelah lepas dari pelukan Yong Jin. Yong Jin tertawa mendengar ucapan Shin Min. “benar sekali kau, Dong Hoon memang terlihat sedikit lebih tua,” ucap Yong Jin di tengah-tengah tertawanya. “mwoya!!” teriak Dong Hoon kesal.
“Soo Ra, aku duluan ne,” ucap Song In. “ne,” jawab Soo Ra. “kenapa kau baru bilang sekarang?” tanya Yong Jin. “dari tadi aku mau bicara tapi kau dan Shin Min terus berbicara tanpa henti” jawab Dong Hoon. “tapi, benarkah kau menerima tawaran itu?” tanya Yong Jin. “ne, karena kau sangat dibutuhkan disana nanti,” jelas Dong Hoon. “baiklah,” balas Yong Jin. “besok kita berangkat untuk menandatangi kontrak,” ucap Dong Hoon. Yong Jin mengangguk. “kalau begitu aku pergi dulu,” pamit Yong Jin dan mengambil kunci mobilnya. “ka-” “aku mau keluar sebentar,” teriak Yong Jin.
“sudah jam segini, kenapa aku dengan gampangnya menuruti dia, bahkan percaya dia mengajakku keluar, pabo! Pabo!” bisik Soo Ra sambil memukul kepalanya. Akhirnya Soo Ra beranjak dari duduknya, dan ketika baru melangkah satu langkah, dari belakang Yong Jin memanggil Soo Ra. Melihat orang yang memanggilnya, Soo Ra terdiam dan matanya terbelalak. “mianhae, aku tidak menepati janjiku tadi pagi,” ucap Yong Jin. “ah, oh ne gwenchana,” jawab Soo Ra yang masih tidak percaya bahwa yang memanggilnya adalah Yong Jin. “kenapa kau seperti itu? Bukankah kita pernah keluar bersama?” tanya Yong Jin. “kan waktu itu kau masih ku anggap orang yang aku idolakan,” cletuk Soo Ra. “maksudmu?” tanya Yong Jin. “a-a-anieyo,” jawab Soo Ra sambil menyeringai. “ah! Mulutku kenapa berbicara seperti tadi” bisik Soo Ra dalam hati.
“hei, bukankah itu Kim Yong Jin?” ucap seseorang kepada temannya yang berada di seberang jalan. “odieseo?” tanya temannya. “itu, bukankah yeoja itu yeoja yang diberitakan waktu itu? Sangat mirip kan?” balas orang tersebut. “ah.. jamkaman, aku ambil fotonya saja, jamkaman ne..” lanjutnya. “kaja masuk,” ucap Yong Jin. “apakah mereka sepasang kekasih?” ucap orang tersebut yang melihat mobil Yong Jin pergi begitu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar