“aku pulang duluan,
anyeong yeoreobun..” pamit Soo Ra.
“Soo Ra-aa, apa kau mau meninggalkan ini?”
ucap Song In sambil melemparkan handphone Soo Ra.
“omo!” ucap Soo Ra.
“gomawo,”
lanjutnya.
Beberapa menit naik
taxi, Soo Ra sudah sampai di apartemen Yong Jin.
Ia segera memberikan kue yang
dititipkan Shin Min padanya.
“ne,” jawab Yong Jin yang kemudian menutup telepon
Dong Hoon.
Selang beberapa menit, terdengar bunyi bel di apartemen Yong Jin.
Yong Jin segera membukakan pintu.
“mianhae, malam-malam mengganggumu, ini ada
titipan dari Yeon Shin Min-ssi,” ucap Soo Ra ketika Yong Jin membukakan pintu.
“gwenchana, kenapa kau menunduk seperti itu?” tanya Yong Jin.
“anieyo,” jawab
Soo Ra.
“ne, gomawo, kau berbeda dengan pertama kali aku mengenalmu, Park Soo
Ra..” ucap Yong Jin.
Mendengar Yong Jin menyebut namanya, sontak Soo Ra
langsung menatap Yong Jin yang kemudian pamit pergi.
“jamkaman,” panggil
Yong Jin.
“ne?” jawab Soo Ra membalikkan badannya.
“deo josimhae, sekali
lagi gomawo” ucap Yong Jin lalu tersenyum kepada Soo Ra.
Soo Ra hanya
menggangguk halus kemudian pergi. “benarkah huruf ‘P’ di handphonemu itu Park Ah In?” tanya Dong Hoon yang muncul tiba-tiba
ketika Yong Jin akan masuk ke dalam apartemennya. “omo! Kau mengagetkan sekali,
ne, apa kau tidak percaya?” tanya Yong Jin kembali. “bukan Park Soo Ra?” Dong
Hoon kembali bertanya. “anieyo, sudah kau tidur saja sana..” ucap Yong Jin yang
langsung masuk ke dalam apartemennya dan menutup pintunya. “kenapa orang itu
selalu ingin mengetahui hal pribadiku? Kita kan sama-sama namja,” gumam Yong
Jin.
“Song In aku menitip
handphone ku sebentar ne? Aku mau ke toilet sebentar,” ucap Soo Ra. Saat Soo Ra
di toilet, Yong Jin menelpon Soo Ra, dan itu diketahui oleh Song In. Namun,
Song In sengaja tak mengangkat dan pura-pura tidak tahu ketika Soo Ra mengambil
handphonenya. “ah, Soo Ra, tadi sepertinya ada telepon masuk, coba kau cek, aku
tadi tidak sempat melihatnya,” ucap Song In lalu meninggalkan Soo Ra. “ne,”
balas Soo Ra.
“apa kau ada di
apartemen?” tanya Shin Min di balik telepon. “ne, waeyo?” jawab Yong Jin.
“jamkamaneyo, aku akan segera kesana..” | “ta-” ucapan Yong Jin terputus karena
telepon Shin Min langsung terputus. Yong Jin memandang teleponnya dengan muka
kesal. “aku usahakan bisa, ne..” ucap Dong Hoon. “sudah lama aku tidak masuk ke
dalam lingkungan apartemen ini,” bisik Shin Min. “oh.. Yeon Shin Min-ssi, sudah
lama tidak bertemu,” ucap Dong Hoon ketika melihat Shin Min. “aigoo, Jang Dong
Hoon-ssi, wajahmu sedikit ada perubahan, apa kau memakai sesuatu?” tanya Shin
Min. “anieyo, berubah? Wae?” jawab Dong Hoon. “sepertinya tambah tua, apa
faktor umur?” cletuk Shin Min. “mwoya!!” teriak Dong Hoon. Mendengar teriakan
Dong Hoon, Shin Min langsung membuka pintu apartemen Yong Jin, namun di balik
pintu ada Yong Jin yang membuka pintu terlebih dulu, dan membuat Shin Min jatuh
dalam pelukan Yong Jin dan membuat jantung Shin Min berdetak lebih kencang. “hem..”
cletuk Dong Hoon ketika melihat Yong Jin dan Shin Min saling berpandangan.
“herm,, ah oppa, Dong Hoon-ssi dia sedikit berubah kan wajahnya, berubah tua..”
ucap Shin Min setelah lepas dari pelukan Yong Jin. Yong Jin tertawa mendengar
ucapan Shin Min. “benar sekali kau, Dong Hoon memang terlihat sedikit lebih
tua,” ucap Yong Jin di tengah-tengah tertawanya. “mwoya!!” teriak Dong Hoon
kesal.
“Soo Ra, aku duluan
ne,” ucap Song In. “ne,” jawab Soo Ra. “kenapa kau baru bilang sekarang?” tanya
Yong Jin. “dari tadi aku mau bicara tapi kau dan Shin Min terus berbicara tanpa
henti” jawab Dong Hoon. “tapi, benarkah kau menerima tawaran itu?” tanya Yong
Jin. “ne, karena kau sangat dibutuhkan disana nanti,” jelas Dong Hoon.
“baiklah,” balas Yong Jin. “besok kita berangkat untuk menandatangi kontrak,”
ucap Dong Hoon. Yong Jin mengangguk. “kalau begitu aku pergi dulu,” pamit Yong
Jin dan mengambil kunci mobilnya. “ka-” “aku mau keluar sebentar,” teriak Yong
Jin.
“sudah jam segini,
kenapa aku dengan gampangnya menuruti dia, bahkan percaya dia mengajakku
keluar, pabo! Pabo!” bisik Soo Ra sambil memukul kepalanya. Akhirnya Soo Ra
beranjak dari duduknya, dan ketika baru melangkah satu langkah, dari belakang
Yong Jin memanggil Soo Ra. Melihat orang yang memanggilnya, Soo Ra terdiam dan
matanya terbelalak. “mianhae, aku tidak menepati janjiku tadi pagi,” ucap Yong
Jin. “ah, oh ne gwenchana,” jawab Soo Ra yang masih tidak percaya bahwa yang
memanggilnya adalah Yong Jin. “kenapa kau seperti itu? Bukankah kita pernah
keluar bersama?” tanya Yong Jin. “kan waktu itu kau masih ku anggap orang yang
aku idolakan,” cletuk Soo Ra. “maksudmu?” tanya Yong Jin. “a-a-anieyo,” jawab
Soo Ra sambil menyeringai. “ah! Mulutku kenapa berbicara seperti tadi” bisik
Soo Ra dalam hati.
“hei, bukankah itu
Kim Yong Jin?” ucap seseorang kepada temannya yang berada di seberang jalan.
“odieseo?” tanya temannya. “itu, bukankah yeoja itu yeoja yang diberitakan
waktu itu? Sangat mirip kan?” balas orang tersebut. “ah.. jamkaman, aku ambil
fotonya saja, jamkaman ne..” lanjutnya. “kaja masuk,” ucap Yong Jin. “apakah
mereka sepasang kekasih?” ucap orang tersebut yang melihat mobil Yong Jin pergi
begitu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar