Shin Min memandang
ke arah Yong Jin dan Soo Ra.
“apa kalian sudah saling kenal?” cletuk Shin
Min.
Beberapa menit tidak ada reaksi apa-apa dari Yong Jin atau Soo Ra.
Kemudian Shin Min kembali memandang ke arah Yong Jin dan Soo Ra.
“kau ini
bicara apa,” ucap Yong Jin singkat.
Hampir 1 jam pernak pernik di pasangkan,
namun belum juga selesai.
“tolong diselesaikan ya, oppa ku tersayang.. aku mau
minum, tenang nanti ku bawakan..” ucap Shin Min.
“harusnya aku,” balas Yong
Jin.
“apa bos Yeon Shin Min kalau disini jahat?” tanya Shin Min ketika
menghampiri beberapa pegawai yang sedang menyiapkan minuman.
“anieyo,” jawab
pegawai-pegawai tersebut berbarengan.
“kalian mengenalku?” tanya Shin Min.
Orang-orang itu pun mengangguk.
“na.. dongsaeng bos kalian..” cletuk Shin Min.
“oh.. annyeong..” ucap mereka.
“ahh sudahlah, tolong beri aku dua gelas minuman,” balas Shin Min.
Semakin lama tubuh
Soo Ra dan Yong Jin mendekat, dan sampai ketika mereka tak sengaja berpegangan
tangan. Soo Ra dan Yong Jin sama-sama terkejut dan saling menundukkan kepala
meminta maaf, dan ketika meminta maaf kepala mereka bertatapan. Di sisi lain
Shin Min melihat kejadian itu dan diam sebentar dari langkahnya untuk mengamati
lalu kembali mengayunkan langkahnya menuju tempat Yong Jin dan Soo Ra.
“ini
minum untukmu, restoran ini jadi seperti aku,” ucap Shin Min sambil mengulurkan
minuman kepada Soo Ra.
“kenapa kau hanya mengambil dua gelas?” cletuk Yong Jin.
“mian, ini untukmu saja, aku akan mengambil sendiri,” jawab Soo ra memberikan
minumannya untuk Yong Jin.
“hajiman.. dia tidak bekerja, kenapa di beri minum,
kaja minum,” balas Shin Min.
“hya! hya!” teriak Yong Jin.
“jangan pedulikan
dia, kaja minum,” ajak Shin Min.
“anieyo, ini untukmu, aku taruh disini,
permisi,” pamit Soo Ra.
“oppa! Kau itu..
aishh dia kan yeoja, apa kau tidak bisa mengalah,” keluh Shin Min.“pantas saja
kalau kau berjalan dengan yeoja mana saja selalu di gosipkan, kau tidak pernah
berpacaran sii..” lanjut Shin Min. “katanya kau mau mencarikan?” cletuk Yong
Jin. “ah aku sudah ketemu,” ucap Shin Min. “nuguya?” tanya Yong Jin. “Park Soo
Ra-ssi,” jawab Shin Min. Mendengar jawaban Shin Min yang begitu singkat dan
cukup membuat Yong Jin kembali tersedak setelah tadi pagi Dong Hoon menyebut
tentang huruf ‘P’. “eomeona, neol gwenchana?” tanya Shin Min khawatir. Yong Jin hanya
mengangguk dan melambaikan tangannya. “mianhae,, tapi kenapa kau tersedak?”
tanya Shin Min penasaran. “pahit sekali minumannya, padahal sudah aku kocok
berkali-kali,” jawab Yong Jin. “jeongmal??” tanya Shin Min lagi. “ne,” jawab
Yong Jin singkat dengan menganggukkan kepalanya.
Beberapa jam
kemudian pesta dimulai, Soo Ra memainkan handphonenya yang kemudian handphone tersebut berbunyi. “yeoboseyo,”
jawab Soo Ra. “ne, yeoboseyo, apa kau bisa pulang cepat hari ini?” tanya Lee
Sang di balik telepon. “anieyo, aku ada lembur, waeyo?” | “ohh, ani, aku hanya
ingin memberimu sesuatu,” | “besok saja ne, aku besok berangkat lebih siang,” |
“baiklah,, aku tutup dulu teleponnya” | “ne,” jawab Soo Ra. “Soo Ra-aa, kau di
panggil Yeon Shin Min-ssi,” cletuk Song In. “ne,” balas Soo ra.
“kau memanggilku?
Waeyo?” tanya Soo Ra ketika menghampiri Shin Min. “kau bisa mebantuku? Karena
nanti aku tidak memungkinkan untuk mengantarnya sendiri, karena setelah ini aku
harus datang ke suatu tempat,” tanya Shin Min. “selama saya masih bisa
memnbantu, akan saya bantu” jawab Soo Ra. “aku kau saja, ne.. tolong antarkan
kue ini ke apartemen Yong Jin oppa, dia tadi pergi buru-buru karena suatu hal,
ini alamat apartemennya,” balas Shin Min. “kenapa tidak besok saja kau antar
sendiri?” tanya Soo Ra. “kenapa kau menolak mentah-mentah,” ucap Shin Min
sedih. Merasa tidak enak, Soo Ra langsung mengambil alamat dan kue yang ada di
tangan Shin Min. “gomawo ne..” ucap Shin Min. Soo Ra mengangguk dan tersenyum
meskipun di benaknya tersimpan kata “mengapa harus ke apartemen Yong Jin?”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar